Learn, Connect, Growth | Tingkatkan Mutu Pelayanan Kesehatan Indonesia

covmutu

Pengantar, 2 Desember 2022

Salam Sehat Bapak/Ibu Pemerhati Mutu Layanan Kesehatan,
Minggu ini kami menyajikan reportase dari penyelenggaraan FORUM MUTU Indonesian Healthcare Quality Network (IHQN) Ke-18 bekerja sama dengan 11 Universitas Mitra Co-Host, yang didukung oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK) FK-KMK UGM.

Pada forum kali ini mengangkat tema “Meningkatkan Kesiapan Adaptasi dalam Transformasi Layanan Kesehatan untuk Mutu dan Keselamatan Pasien yang Lebih Baik” Forum ini diikuti sebanyak 586 peserta secara online yang tersebar di seluruh Indonesia. Materi presentasi dan video dokumentasi dapat diakses pada link berikut

KLIK DISINI

banner fm22

Reportase Survei Pengumpulan Data untuk Peningkatan Mutu Pelayanan Gizi dalam Penurunan Angka Stunting

rep2

Kegiatan ini merupakan kerjasama antara Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan (PKMK FK-KMK UGM) bersama Japan International Cooperation Agency (JICA) Indonesia. Diseminasi dihadiri oleh peserta yang hadir secara offline dari Kementerian/Lembaga, terdiri dari BKKBN, Kemenkes, Kemenko PMK, Bappenas, Kemendagri, Kemenkeu, Kemensos, Kemendes PDTT, TP2AK serta Kemendikbud, dan peserta dari 8 mitra pembangunan yakni UNICEF, JHPIEGO, Project Hope, WHO, Gain, NI, WFP dan World Bank INEY.

kegiatan juga dihadiri oleh 45 orang peserta online yang berasal daerah yakni BKKBN, Dinas Kesehatan Provinsi/ Kabupaten/Kota, Bappeda dan Puskesmas di 6 Kabupaten/Kota, Provinsi Jawa Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Bali. Kegiatan di awali dengan pembukaan yang disampaikan oleh Mr. Yu Nakahira sebagai Project Formulation Advisor JICA Indonesia yang kemudian dilanjutkan dengan penyajian video best practice mengenai kebijakan gizi di Jepang, yang dikenal dengan program “shokuiko”.

Readmore


Faktor Kepatuhan Petugas Melakukan Cuci Tangan di Fasilitas Kesehatan

rep2

Terjadinya Infeksi nosokomial tidak lepas dari faktor kebersihan tangan petugas kesehatan. Ketidakpatuhan petugas kesehatan dalam penerapan cuci tangan dapat meningkatkan angka infeksi nosokomial. Mencuci tangan merupakan salah satu kewaspadaan standar, dilaksanakan oleh fasiltas kesehatan yang dirancang diterapkan secara rutin dalam perawatan seluruh pasien di rumah sakit dan fasilitas pelayanan kesehatan lainnya, baik yang telah didiagnosis, diduga terinfeksi atau kolonisasi.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pakaya dkk., 2022 mencoba melakukan analisis dan mensintesis bukti-bukti literature tentang faktor budaya kerja, sarana dan prasarana terhadap pelaksanaan hand hygiene. Kajian dalam pencarian literature menggunakan tekhnik kajian Litterature Review. Literature Review ini menggunakan beberapa jurnal penelitian yang relevan dengan Faktor Budaya Kerja, Faktor Fasilitas dapat mempengaruhi pelaksanaan hand hygiene di ruang perawatan yang diakses dari basis data berbahasa Inggris dan Indonesia (Pencarian menggunakan PICOT Framework di database: Ebscho, Scien cedirect, Pubmed, Proquest dan Google Scholar) yang diterbitkan dari tahun 2015 sampai tahun 2020.

Readmore


+ ARTIKEL LAIN

Healthcare systems and professionals have traditionally been slow to adopt new digital technologies and innovations. All that changed with the global COVID-19 outbreak — defiance to online healthcare decreased, attitudes changed, regulations were temporarily relaxed and the result was years of digital transformation happened in a few weeks.

India is at the cusp of digital health transformation and the key is to successfully adopt and implement Electronic Medical Records (EMR). Electronic Medical Records (EMRs) are electronic records of health-related information of individuals that includes demographics, medical history, laboratory test results and information which can enable healthcare systems to provide the right treatment at the right time to patients.

Kementerian Kesehatan merilis Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 24 Tahun 2022 tentang Rekam Medis. Di Permenkes ini, fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) wajib menjalankan sistem pencatatan riwayat medis pasien secara elektronik. Proses transisi dilakukan sampai paling lambat 31 Desember 2023.